PROFIL DESATAPAKREJO
PROFIL
DESATAPAKREJO
2.1. KondisiDesa
2.1.1.Sejarah
Desa
1. Asal –usul Desa Tapakrejo
Sejarah Desa Tapakrejo
tidak terlepas dari sejarah Masyarakat Desa Tapakrejo Kecamatan Kesamben
Kabupaten Blitar. Desa ini sejak awal
bernama Desa Tapakrejo dengan
lurah seumur hidup yang bernama Mbah Karso .
Adapun nama Tapakrejo merupakan Tinggalan para leluhur masyarakat desa
Tapakrejo. Nama tersebut diambil dari legenda yang telah diwariskan para
leluhur, konon ada sebuah batu besar dan dipermukaan batu tersebut ada bekas
tapak kaki yang tidak sewajarnya bekas kaki manusia dan akhirnya dijadikan nama Desa yaitu ”TAPAKREJO”
2. Sejarah Pemerintahan Desa
Sebagai
desa
di
dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia Desa
Tapakrejo sebagaimana desa-desa yang lain disekitarnya
adalah merupakan
bagian dari wilayah Kecamatan Kesamben.Adapun secara
ringkas
kondisi pemerintah desa dapat
di rinci
:
a. Sebelum
UU.No.5 Tahun 1979
Tentang
Desa.
Pada Saat
itu Pemerintahan
Desa Memakai tradisi
kuno dengan sebutan terhada ppetugas
desa sebagai
Lurah,Carik,Kamituwo,Kebayan,Jogotirto,
Jogoboyo dan
Modin.
b. Adanya UU.No
5 Tahun 1979
Banyak
perubahan terjadi pada
struktur Pemerintah Desa yang
secara
Nasional desa-desa
diIndonesia
diseragamkan, sebutan
pamong desa
dikenal
dengan
perangkat
desa
yang antara lain
perubahan nama-nama jabatan Kepala
Desa (Masa jabatan 8 tahun), Sekretaris Desa, Kepala
Urusandan Kepala Dusun sampai sekarang ini.Sedangkan lembaga
legislatif adalah lembaga
Musyawarah
Desa (LMD).
c. Desa berdasarkan
UU.Nomor 5 Tahun
1999
Hal yang menonjol pada
masa
ini, adalah Jabatan kepala desamenjadi 2 Kali
5 tahun atau 10 (sepuluh)
tahun.
Sedangkan
Legislatif
pada
Era ini adalah Badan Perwakilan
Desa(BPD).
d. Undang-undang
Nomor 32
Tahun 2004
Masajabatan
Kepala
desa menjadai 6 tahun,dan Sekretaris Desa diisi dari
pegawai negeri
sipil yang ada di Kabupaten/Kota.Sedangkan
BPD
beralih menjadi Badan
Permusyawaratan Desa.
e. Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 6 Tahun 2014
Masa jabatan
Kepala
desa menjadai 6 tahun, dan Sekretaris Desa diisi dari
pegawai negeri
sipil yang ada di Kabupaten/Kota.
Sedangkan
BPD
beralih menjadi Badan
Permusyawaratan Desa.
3. Kepemimpinan
Desa
Masa orde
lama:
Kondisi pemerintah desa
pada saat
itu masih
sangat sederhana,baik
dalam menyangkut
program-program
maupun personal
perangkat
desanya
yang
pada saat itu dikenal dengan
sebutan
Pamong desa atau Bebau
desa
dengan
rata-rata berpendidikan sekolah rakyat (S.R).
Kepemimpinan Desa ( KepalaDesa) yang tercatat mulai pada zaman kemerdekaanadalah;
Masa Orde Baru:
Desa
Tapakrejo dalam pemerintahanya
diisi oleh
3 orang Kepala
Desa yaitu saudara SOEROTO yang menjabat
pada tahun 1968 s.d 1978 yang
kemudian digantikan oleh
SUKARDI pada tahun 1980 s/d tahun 1998 kemudian digantikan oleh BAMBANG IRAWAN
pada tahun 1999 s/d 2013 kemudian digantikan oleh saudara ERWIN DWI WAHYUDI
pada tahun 2013 sampai
sekarang.
2.1.2.KondisiGeografis
Secara geografis
Desa Tapakrejo terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang
Selatan dan
110°10'-111°40' Bujur Timur.
Topografi
desaini adalah berupa dataran tinggi
dengan ketinggian yaitu sekitar 300m
diatas permukaan
air laut.Letak
Desa Tapakrejo berada diantara 5
desa lain yang juga
masih termasuk dalam
wilayah Kecamatan Kesambendan
Kecamatan
Selorejo Kabupaten Blitar.
Adapun batas
DesaTapakrejo
sebagai berikut :
a. Sebelah Barat berbatasan
dengan : Desa Tepas dan Kemirigede Kecamatan
Kesamben
b. Sebelah
Timur berbatasan dengan : Desa
Banjarsari Kecamatan Selorejo
c. Sebelah
Selatan
berbatasan
dengan :
Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben
d. Sebelah Utara berbatasan dengan : DesaBumirejo Kecamatan
Kesamben
2.1.2.1. LokasiDesa
|
a.
|
Jarak desa
ke ibu kota Kecamatan
|
=
|
7 Km
|
|
b.
c.
|
Waktu tempuh ke
Kecamatan
Jarak tempuh ke
ibu kota Kabupaten
|
=
=
|
25 Menit
30 Km
|
|
d.
e.
|
Waktu tempuh ke
kabupaten
Ketersediaan angkutan
umum
|
=
=
|
60 Menit
Tidak ada.
|
2.1.2.2.
KondisiFisikDesa
Desa Tapakrejo merupakan
wilayah yang terdiri dari
pemukiman penduduk ,tanah
tegalan , perkebunan
rakyat
, lahan
persawahan dengan luas wilayah
desa
6Km2 atau 404Ha.Dimana seluas
70Ha adalah pemukiman
penduduk dan sisanya adalah
lahan kering &areal persawahan.Wilayah desa Tapakrejo dilewati sungai
Cerung / sungai Tapak dan sungai Kajar sepanjang 6 km.
Iklim Desa Tapakrejo berdasarkan data BPS kabupaten
Blitar tahun 2013,selama
tahun 2013
curah
hujan
diDesa Tapakrejo rata-rata mencapai 2.400mm.Curah hujan
terbanyak terjadi
pada
bulan Desember hingga
mencapai
405,04 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2014-2019.
2.1.3.Demografi
Berdasarkan data Administrasi
Pemerintahan Desa tahun 2014, jumlah penduduk Desa 3642 adalah terdiri dari 1.085 KK, dengan rincian 1851 laki-laki dan 1791
perempuan sebagaimana terlampir pada tabel berikut.
Tabel
2.1. : Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
|
No
|
Usia
|
Laki-laki
|
perempuan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
1
|
0-4
|
109
|
111
|
220 orang
|
6,06%
|
|
2
|
5-9
|
124
|
113
|
237 orang
|
6,53%
|
|
3
|
10-14
|
139
|
133
|
272 orang
|
7,50%
|
|
4
|
15-19
|
127
|
110
|
237 orang
|
6,53%
|
|
5
|
20-24
|
153
|
157
|
310 orang
|
8,54%
|
|
6
|
25-29
|
154
|
152
|
306 orang
|
8,43%
|
|
7
|
30-34
|
163
|
160
|
323 orang
|
8,90%
|
|
8
|
35-39
|
147
|
142
|
289 orang
|
7,97%
|
|
9
|
40-44
|
148
|
145
|
293 orang
|
8,08%
|
|
10
|
45-49
|
140
|
137
|
277 orang
|
7,66%
|
|
11
|
50-54
|
146
|
144
|
290 orang
|
7,99%
|
|
12
|
55-58
|
137
|
123
|
260 orang
|
7,44%
|
|
13
|
>59
|
167
|
161
|
328 orang
|
8,30%
|
|
Jumlah Total
|
1851
|
1791
|
3642
orang
|
100,00%
|
|
Sumber Data : Monografi Desa Tahun 2013 . 3.2.5.
Masalah Supra Desa Tapakrejo Dari data
di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Tapakrejo sekitar 1.799 atau hampir 49,61 %. Hal ini merupakan modal berharga
bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
Tingkat kemiskinan di Desa Tapakrejo termasuk tinggi.
Dari jumlah 1.075 KK di atas, sejumlah 570 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera;
403 KK tercatat Keluarga Sejahtera I; 80 KK tercatat Keluarga Sejahtera II;
22 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; Jika KK
golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan
miskin, maka lebih 50% KK Desa Tapakrejo
adalah keluarga miskin.
2.1.3.1. Pendidikan
Pendidikan adalah
satu
hal
penting dalam
memajukan tingkat
SDM (SumberDaya Manusia)
yang
dapat
berpengaruh dalam
jangka
panjang
pada
peningkatan
perekonomian.Dengan
tingkat pendidikan yang tinggi maka
akan mendongkrak
tingkat kecakapan masyarakat
yang pada
gilirannya akan mendorong
tumbuhnya
ketrampilan kewirausahaan dan
lapangan
kerja
baru,sehingga
akan
membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran
dan kemiskinan.
Prosentase tinggkat pendidikan
Desa Tapakrejo dapat dilihat
pada tabel berikut.
Tabel 5
Tamatan Sekolah Masyarakat
|
No
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
1
|
Buta Huruf Usia 10 tahun ke
atas
|
-
|
0
|
|
2
|
Usia Pra-Sekolah
|
580
|
15.99%
|
|
3
|
Tidak Tamat SD
|
775
|
21.37%
|
|
4
|
Tamat
Sekolah SD
|
1.004
|
27.99%
|
|
5
|
Tamat
Sekolah SMP
|
655
|
18.06%
|
|
6
|
Tamat
Sekolah SMA
|
547
|
15.08%
|
|
7
|
Tamat
Sekolah PT/ Akademi
|
54
|
1.48%
|
|
Jumlah Total
|
3.615
|
100 %
|
|
Sumber Data : Monografi Desa Tahun 2013
Dari
data pada table di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Tapakrejo
hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan
tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi
dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.
Rendahnya
kualitas tingkat pendidikan
di Desa Tapakrejo tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana
pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup
masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Tapakrejo baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun SD,
sementara untuk
pendidikan tingkat menengah
Pertama dan menengah atas ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.
Sebenarnya ada
solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya
Manusia (SDM) di Desa Tapakrejo yaitu melalui pelatihan dan kursus.Namun sarana
atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia di Desa Tapakrejo Bahkan beberapa
lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak
bisa berkembang.
2.1.3.2. Kesehatan
Masalah
pelayanan
kesehatan adalah
hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal
yang
penting
bagi
peningkatan
kualitas
masyarakat
kedepan.Masyarakat yang produktif
harus
didukung oleh
kondisi esehatan.Salahsatu
cara untuk mengukur tingkat
kesehatan masyaraka tdapat dilihat dari
banyaknya masyarakat yang terserang penyakit.Dari
data yang ada menunjukkan
adanya
jumlah masyarakat
yang
terserang penyakit
relative tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita
antara
lain infeksi pernapasan akut bagian
atas,malaria,penyakit
system otot dan jaringan
pengikat.Data
tersebut menunjukkan
bahwa gangguan kesehatan yang sering
dialami
penduduk
adalah
penyakit yang bersifat cukup berat
dan
memiliki
durasi lama bagi kesembuhannya,yang
diantaranya
disebabkan perubahan cuaca serta kondisi
lingkungan
yang
kurang
sehat.Initentu
mengurangi daya produktifitas
masyarakat
Desa Tapakrejo secara
umum.
Sedangkan
data
orang cacat mental dan fisik juga
cukup
tinggi
jumlahnya.Tercatat
penderita bibir sumbing
berjumlah 1 orang,tuna
wicara 3 orang,tuna
rungu
4orang,
tunanetra1orang, dan
lumpuh 6orang.Data ini
menunjukkan masih
rendahnya
kualitas hidup sehat
diDesa Tapakrejo
Hal yang perlu
juga dipaparkan
disini adalah terkait
keikut sertaan masyarakat dalam KB.Terkait hal
ini peserta KB aktif di
Desa Tapakrejo berjumlah
36 pasangan
usia
subur
dari
jumlah Wanita Usia
Subu (WUS) sebanyak 20orang.Sedangkan
jumlah bayi
yang diimunisasikan
dengan
Polio dan DPT-1
berjumlah
185 bayi. Tingkat partisipasi
demikian
ini relatif tinggi walaupun masih
bisa dimaksimalkan mengingat
cukup tersedianya
fasilitas
kesehatan
berupa sebuah
Puskesmas, dan
Polindes di
Desa Tapakrejo Maka wajar
jika ketersediaan fasilitas
kesehatan yang relative lengkap ini berdampak pada
kualitas
kelahiran
bagi bayi lahir.Dari 25 kasus bayi lahir pada tahun ini,tidak ada bayi
yang
tidak
tertolong.
Hal yang perlu juga
dipaparkan
disini adalah kualitas balita.Dalam hal
ini,dari jumlah 248 balita
ditahun ini,masih terdapat
1
balita bergizi buruk,1balita bergizi
kurang
dan lainnya sedang
da
nbaik.Hal inilah kiranya
yang
perlu
ditingkatkan perhatiannya agar kualitas
balita
DesaTapakrejo kedepan lebih baik.
2.1.3.3. KeadaanSosial
Dengan
adanya perubahan dinamika
politik dan
system politik diIndonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh
kepada
masyarakat untuk
menerapkan
suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis.Dalam kontek
politik
local Desa Tapakrejo,hal ini tergambar dalam pemilihan
kepala
desa dan pemilihan-pemilihan
lain (pilleg, pilpres, pemillukada,
dan pimilugub)
yang
juga melibatkan warga
masyarakat desa
secara
umum.
Khusus untuk
pemilihan Kepala
Desa Tapakrejo,sebagaimana
tradisi
kepala desa diJawa,biasanya para peserta(kandidat) adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama.Hal ini tidak terlepas
dari anggapan masyarakat
banyak di
desa-desa bahwa jabatan kepala
desa adalah jabatan
garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah
yang biasa
disebut pulung dalam tradisi jawa-
bagi
keluarga-keluarga tersebut.
Jabatan
kepala
desa
merupakan
jabatan yang
tidak serta merta dapat
diwariskan kepada
anak cucu.Mereka dipilh
karena
kecerdasan,etos kerja,kejujuran dan
kedekatannya dengan warga
desa.
Kepala
desa bisa diganti sebelum masa
Jabatannya habis,jika ia melanggar peraturan maupun
norma-norma
yang
berlaku.
Begitu pula
ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.
Karena demikian,maka setiap orang yang memiliki dan
memenuhi
syarat-syarat yang sudah
ditentukan
dalam
perundangan dan
peraturan
yang
berlaku,bisa mengajukan
diri
untuk
mendaftar menjadi
kandidat kepala
desa.Fenomena
ini juga terjadi pada pemilihan
Kepala Desa pada
tahun
2013. Pada pilihan
kepala desa ini partisipasi masyarakat
sangat tinggi,yakni hampir 85%.Tercatat ada dua kandidat kepala
desa
pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala
desa.Pilihan kepala Desa bagi
warga masyarakat
Desa Tapakrejo seperti
acara
Pesta Demokrasi Desa.
Pada bulan Juli dan Nopember
2008 masyarakat juga
dilibatkan dalam pemilihan
Gubernur Jawa Timur putaran
I dan
II secara langsung.Walaupun tingkat
partisipasinya lebih rendah
dari
pada pilihan
Kepala Desa,namun hampir 70%daftar pemilih tetap, memberikan hak
pilihnya.Ini
adalah proses
demokrasi
yang
cukup
dan signifikan di DesaTapakrejo
.
Setelah
proses-proses politik selesai,situasi
desa kembali berjalan normal.Hiruk pikuk
warga dalam
pesta
demokrasi desa berakhir
dengan kembalinya
kehidupan sebagaimana awal
mulanya.Masyarakat tidak
terus menerus terjebak dalam
sekat- sekat kelompok
pilihannya.Hal
ini ditandai dengan
kehidupan yang penuh tolong
menolong
maupun
gotongroyong.
Walaupun pola
kepemimpinan
ada di
Kepala Desa namun mekanisme
pengambilan
keputusan
selalu ada pelibatan masyarakat baik
lewat
lembaga resmi desa seperti
Badan
Perwakilan
Desa maupun lewat masyarakat
langsung.Dengan
demikian
terlihat bahwa pola kepemimpinan
di Wilayah
Desa Tapakrejo mengedepankan
pola kepemimpinan yang demokratis.
nasional dalam kehidupan
keseharian masyarakat
Desa Tapakrejo kurang
mempunyai greget,terutama yang berkaitan dengan
permasalahan,kebutuhan
dan kepentingan
masyarakat secara
langsung.
Berkaitan dengan
letaknya
yang
berada
diperbatasan Kecamatan Kesamben dan
Kecamatan Selorejo suasana
budaya masyarakat
Jawa
sangat terasadi
Desa Tapakrejo Dalam
hal kegiatan agama
Islam misalnya,suasananya
sangat dipengaruhi oleh aspek budaya
dan social
Jawa.Hal ini tergambar dari
dipakainya kalenderJawa/Islam, masih
adanya
budaya
nyadran,slametan,tahlilan,
mithoni,dan
lainnya, yang
semuanya merefleksikan
sisi-sisi
akulturasi budaya Islam danJawa.
Dengan
semakin
terbukanya
masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini
mulai mendapat
respon dan tafsir balik dari masyarakat.Hal ini menandai babak
baru dinamika
sosial dan budaya,sekaligus tantanga nbaru
bersama masyarakat Desa Tapakrejo Dalam rangka merespon tradisi
lama
ini telah mewabah
dan
menjamur kelembagaan
sosial,politik,agama,dan
budaya
di Desa Tapakrejo
Tentunya
hal ini membutuhkan
kearifan tersendiri,sebab walaupun secara budaya berlembaga dan
berorganisasi
adalah baik
tetapi secara sosiologis
ia akan beresiko menghadirkan
kerawanan
dan konflik
sosial.
Dalam catatan
sejarah,selama ini
belum pernah terjadi bencana alam
dan
sosial yang cukup
berarti
di Desa Tapakrejo Isu-isu
terkait tema ini, seperti kemiskinan dan
bencana
alam, tidak sampai pada
titikk ronis yang membahayakan masyarakat dan
sosial.
2.1.3.4.
KeadaanEkonomi
Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Tapakrejo Rp.
700.000,-per bulan. Secara
umum mata pencaharian warga masyarakat Desa. Tapakrejo dapat teridentifikasi ke
dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan
lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian
berjumlah 3.270 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 45 orang, dan
bekerja di sektor lain-lain 66 orang. Dengan demikian jumlah penduduk yang
mempunyai mata pencaharian berjumlah 3.376 orang. Berikut ini adalah tabel
jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.
Tabel 6
Mata Pencaharian dan Jumlahnya
|
No
|
Mata
Pencaharian
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
|
1
|
Pertanian
|
3.288 orang
|
97,39 %
|
|
|
2
|
Jasa/ Perdagangan
1. Jasa Pemerintahan
2. Jasa Perdagangan
3. Jasa Angkutan
4. Jasa Ketrampilan
5. Jasa lainnya
|
45 orang
20 orang
14 orang
9 orang
0
|
1,33 %
0,59 %
0,41 %
0,26 %
0 %
|
|
|
3
|
Sektor Industri
|
0
|
0%
|
|
|
4
|
Sektor lain
|
0
|
0 %
|
|
|
Jumlah
|
3.376 orang
|
100 %
|
|
|
Sumber Data : Monografi Desa Tahun 2013
Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran
di Desa Tapakrejo masih cukup Tinggi. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah
penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 250 orang
dari jumlah angkatan kerja sekitar 3.794 orang.
Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Tapakrejo
2.2. KONDISI PEMERINTAHAN
DESA
2.2.1.PEMBAGIAN WILAYAH
DESA
Wilayah
Desa Tapakrejo terdiri dari 3 Dusun yaitu:
1. Dusun
Tapakrejo Krajan
2. Dusun
Mangkurejo
3. Dusun
Sumbermangku
Yang
masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat
strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini. Dalam
rangka memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat di Desa Tapakrejo
dari tiga dusun tersebut terbagi menjadi 07 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun
Tetangga (RT).
2.2.2.STRUKTUR
ORGANISASI PEMERINTAH
DESA
Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan
wilayah pemerintahan Desa Tapakrejo memiliki fungsi yang sangat berarti
terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait
hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya. Dari kumpulan Rukun
Tetangga inilah sebuah Padukuhan (Rukun Warga; RW) terbentuk.
Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan
Desa Tapakrejo tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada
level di atasnya.
Sebagai
sebuah desa,sudah
tentu
struktur kepemimpinan
Desa
Tapakrejo tidak
bisa
lepas dari strukutur administrative
pemerintahan
pada level diatasnya.Lebih janjut strukur
administrative Pemerintahan Desa Tapakrejo,disampaikan dalam
Gambar
2.1.
Nama nama
yang
menjabat
dalam
struktur Pemerintahan
Desa Tapakrejo disampaikan dalam Tabel 2.4 dan Tabel
2.5.
Tabel 2.4.:Nama Pejabat Pemerintah Desa Tapakrejo
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
||
|
1
|
ERWIN DWI WAHYUDI,S.Pd
|
Kepala Desa
|
||
|
2
|
JUWARI,
S.Sos
|
Sekretaris
Desa
|
||
|
3
|
SAMSU
HADI
|
Kepala Urusan
Pemerintahan
|
||
|
4
|
SUKARLAN
|
Kepala Urusan
Keuangan /Umum
|
||
|
5
|
SUKARDI
|
Kepala Urusan
Pembangunan
|
||
|
6
|
IMAM
TOHARI
|
Kepala Urusan
Kesra
|
||
|
7
|
RIPANGI
|
Kasun I / Dusun Tapak krajan
|
||
|
8
|
JAKRAM
|
Karyawan Dusun
Mangkurejo
|
||
|
9
|
MURLAN
|
Kasun III /
Dusun Sumbermangku
|
||
|
10
|
SARMUJI
|
|
Plh
Modin
|
|
|
11
|
SUTIKNO
|
Jogotirto IV
|
||
|
12
|
SURANI
|
Jogotirto III
|
||
|
13
|
JUWANTO
|
Jogotirto II
|
||
|
14
|
SUHARNO
|
Jogotirto I
|
||
Sumber Data : Monografi Desa Tahun 2013
Tabel 2.5 :Nama Badan Permusyawaratan Desa Tapakrejo
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
|
1
|
SUJIANTO.S.Pd
|
Ketua
|
|
2
|
DUROTUL
KHOTIMAH
|
Sekretaris
|
|
3
|
IMAM
ROFI’I
|
Bendahara
|
|
4
|
SYAMSUDIN
|
Anggota
|
|
5
|
GIMUN
HIDAYAT
|
Anggota
|
|
6
|
BADERI
ABDILLAH
|
Anggota
|
|
7
|
SAKRI
|
Anggota
|
|
8
|
SULASTRI
|
Anggota
|
|
9
|
SUKARJI
|
Anggota
|
|
10
|
SLAMET
|
Anggota
|
|
11
|
NGATEMAN
|
Anggota
|
Sumber
Data : Monografi Desa Tahun 2013
Secara umum pelayanan pemerintahan Desa
Tapakrejo kepada masyarakat cukup memuaskan dan kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan
fungsinya masing-masing.
Komentar
Posting Komentar